ibnusetyawan

Just another WordPress.com site

SAMPAIKAN EMAIL INI UNTUK MAMAHKU.

leave a comment »

Jakarta 2015, ku tinggalkan kota kelahiranku, atas dasar ingin melupakan kisah mantan kekasih yang menduakan dan memutuskan aku secara sepihak yang sungguh teramat menyakitkan, akhirnya ku terima tawaran perpindahan tugas keluar daerah yang diajukan oleh manager dimana tempatku bekerja yang baru berjalan 2 bulan saja.

Ambon 2016, sudah hampir setengah tahun lamanya aku tinggal dan bekerja tanpa arah hidup bagai robot-robot yang sudah mulai menggantikan para pekerja di pabrik2 saat ini, pagi itu tanpa aku duga, saatku cek email di bb dari seorang kawan yg tinggal di amerika yg ku kenal dari fesbuk, hati ini seperti menemukan kembali arti hidupku di dunia ini. Steve menawarkanku untuk membantu dan ikut ia dalam suatu proyek rahasia yg akan ia jelaskan nanti saat ia tiba di kota ini 2 hari lg, dalam emailnya ia jelaskan bahwa ia seorang agen rahasia CIA dan memintaku tuk merahasiakannya karena kita sudah lama kenal lewat dunia maya dan sama2 menyukai james bond sebagai pahlawan kita.

Dua minggu setelah kuterima pekerjaan dari steve dan berhenti secara diam2 pada perusahaan lama, aku mulai mengenal dia seorang wanita yang bernama Tini. Awal jumpa kita pada suatu situs perjodohan yg hanya iseng belaka aku coba turut serta. Semenjak itu pula asmara antara kita berdua mulai tumbuh walau kita belum sama2 bertemu, dan sejak itu pula misi2 rahasia yg kukerjakan semakin beresiko tinggi dan mendekati maut, pada awal misi memang aku hanya bertugas memantau aktifitas para jamaah islamiah di ambon yg mulai diluar batas kewajaran. Dua bulan memantau, bulan berikutnya menjadi agen yg menyamar pada jamaah tsb dan mencoba masuk lebih dalam lagi sambil memberi laporan rinci tentang organisasi mereka sampai akhirnya aku menjadi utusan kepercayaan organisasi untuk bertemu dengan orang yg dahulu kenal lewat tv sebagai otak teroris yg sering melakukan pemboman di ibukota Jakarta.

Sebelum aku bergabung dengan steve dan CIA, aku membuat suatu wasiat yang ku tujukan untuk kedua orang tua, adik2 dan orang yg kucintai kelak sebagai tanda terima kasihku untuk mereka dan hanya akan mereka ketahui pada saat nanti saatku sudah tak bernyawa lagi atau akhir dari misi ini.

Jakarta 2017, aku berjanji pada tini akan menjemput dia dirumah untuk ku ajaknya liburan ke dunia fantasi yg kini penuh dengan aneka wahana teknologi tinggi, dan hari itu adalah jumpa kita pertama dan terakhir. Pada dia ku bilang bahwa aku akan ada dijakarta selama tiga hari karena ada urusan di kantor pusat tempat aku bekerja, padahal hari keduanya ku gunakan untuk menemui dan memenuhi janjiku untuk mengajak dia kesana, dan dihari kedua pula aku akan menjalankan misiku menemui pimpinan teroris yg rencananya akan membahas tentang misi bom bunuh diri esok harinya yang akan dijalani oleh para mujahid dari organisasi tempat aku menyamar.

Misi hari pertama, tiba di bandara sukarno hatta Jakarta aku langsung menuju ke tempat yg menjadi markas rahasia CIA untuk menyiapkan dan melapor perkembangan misi yang akan dilaksanakan pada lusa nanti, setelah itu aku pun pamit pulang kerumah dan menjumpa kedua orang tua dan sodaraku yg sudah 2 tahun tak pernah kutemui dengan alasan pekerjaan tak memungkinkan aku untuk pulang kerumah. Di rumah aku bilang bahwa aku ada rapat di kantor pusat esok dan lusa harinya, dan hari ini kuceritakan kebohongan2 tentang pekerjaanku di ambon dan suasananya, tak lupa aku ceritakan tentang tini yang kini jadi kekasihku yg tinggal di Jakarta juga yg mungkin akan menjadi istriku nanti. Mamah begitu bahagia karena ia mulai khawatir dengan usiaku yg seharusnya sudah mempunyai anak dua namun masih melajang dan melalang buana saja, pada mamah aku berjanji bahwa tini akan datang menemuinya lusa.

Misi hari kedua di Jakarta, pagi hari itu disuatu pinggiran kota, telah hadir semua pimpinan dari berbagai cabang untuk membahas rencana esok hari yg akan mereka lakukan di suatu tempat yg sangat vital bagi pemerintahan. Beruntung, siang harinya aku bisa menepati janjiku dengan tini untuk liburan di dunia fantasi. Rasa haru, bahagia dan senang kita bisa berjumpa dan menumpahkan kerinduan kita selama hampir sehari penuh sebagai sepasang kekasih yg mungkin dalam hatiku esok kita tak mungkin bisa berjumpa lagi. Dan malam hari setelah aku antar tini sampai rumahnya, aku menitipkan padanya sebuah alamat rumahku dan meminta ia datang mengunjungi mamah, karena aku sudah berjanji bahwa dia akan datang bertemu dengan mamah, dan tak lupa aku meminta ia tuk menungguku pulang karena pagi hingga sorenya aku harus hadir di kantor pusat untuk memberikan laporan.

Misi hari ketiga di Bandara Sukarno Hatta, sebuah bom meledak dengan sempurna dan mencapai radius 500 meter dari terminal satu keberangkatan, dan sempurna pula sebuah email sampai pada tini yg tengah berada diantara keluargaku dirumah, tak lama sebuah berita muncul dan dilihat oleh smua orang yg berada dirumah bahwa sebuah bom meledak dan menewaskan ratusan penumpang dan beberapa pihak kepolisian. Isak tangis tak terelakan di iringi teriakan mamah setelah membaca sebuah nama diantara korban tersebut adalah nama anaknya yang tadi pagi pamit untuk pergi ke kantor, dan tini pun membuka sebuah email dari bb-nya dengan berlinang airmata karena tak dia sadari karena terlalu asyik bercengkrama dengan keluarga calon suaminya tsb yg ternyata mengirimi ia email sebelum berita itu datang,

Askum duhai bunga mentariku,
Sebelumnya aku meminta maaf dan meminta tolong untuk yang terakhirnya kepadamu untuk membacakan email ini di depan mamahku,
Untuk mamah yg sangat kucintai, maafkan anakmu ini yg belum bisa memenuhi keinginanmu untuk melihat anakmu berada di pelaminan bersama orang yg ia cintai, tapi mamah jangan khawatir, karena orang tersebut telah hadir dihadapanmu, yang mencintai anakmu sepenuh hati dan menerima ia apa adanya, ia cantik kan mah? Ia pun orang yg sabar loh, buktinya ia masih setia hingga hari ini dan mau menunggu anakmu pulang kerumah bersamamu mamah..
Sebagai rasa terima kasih anakmu, mungkin besok akan tiba seorang teman dari anakmu yang bernama steve, mohon diterima pemberian dari dia, karena itu adalah hasil jerih payah yg halal dari anakmu ini, dan mohon doakan kami (anakmu dan tini) agar menjadi sepasang suami istri walau hanya di alam akhirat nanti.. I always love you moms.
Untuk Tini yg sangat mencintai dan menyayangiku, satu janjiku padamu telah aku tepati kemarin, sungguh hari kemarin adalah hari terindah selama hidupku, dan satu janji lagi akan hadir padamu melalui kawanku yg bernama steve itu, bukankah dulu aku pernah berjanji untuk selalu mendampingimu saat kamu senang atau sedih dan hatiku selalu untukmu? Ku tepati janji itu walau aku telah berbohong padamu tentang pekerjaan dan keadaanku selama di ambon, tahukah kamu bahwa aku begitu pilu dan sangat sedih saat mengetahui bahwa kamu menpunyai kanker hati dan tetap terus mencoba bertahan hidup karena cintaku telah menghidupkan hari2mu pada awal jumpa kita di dunia maya. Dan besok mohon kamu terima hatiku yg sudah ku donorkan untukmu kemarin setelah ku mengantarmu pulang sebagai rasa cintamu padaku, yang kan menunggumu di surga nanti..
Terima kasih untuk kalian semua yg masih mencintai dan menyayangiku hingga detik ini, dan tentang apa yg terjadi hari ini akan terjelaskan yang sebenarnya besok..

Wassalam..
Anakmu dan kasihmu tercinta,

Written by The Prince Setyawan

April 3, 2011 at 6:59 pm

Posted in Catatan

Tagged with ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: